Kamu bagai
sebongkah berlian yang berharga dan aku adalah sejumput pasir tak bernilai dan
tak berguna, untuk mendirikan sebuah bangunan saja tak mampu. Kamu lebih
berharga dari apapun, siapapun, dan sekalipun diriku; menurut diriku dan
mataku.
Kita dilahirkan
berbeda, dan diciptakan tak sama. Aku sadar. Derajat kita berbeda, aku hanyalah
orang sederhana yang lahir dari keluarga biasa-biasa saja. Sedangkan kamu?
Orang serba ada yang hidup diantara kemewahan dunia. Kehidupan kita berbeda,
aku didasar jurang paling dalam dan kamu di atas langit sana. Wujud kita
berbeda, kamu dengan elok rupawan sedangkan aku buruk dan sejelek kutu. Begitu
juga dengan kehebatan kita, berbeda. Kamu dengan seribu satu kehebatan, dan
aku? Ahh siapa diriku? Apa hebatnya diriku? Ahh tidak, aku bukan orang hebat
sepertimu. Tapi bolehkah kita bersama?
Tapi bukankah
cinta tidak memandang dari mana kamu berasal, berwujud apa engkau, dan seberapa
hebatnya kamu? Apa semua cinta seperti itu? Ahh rasanya tidak. Tapi siapa aku;
bisa-bisanya menilai hal rumit yang berumus bernama cinta itu?
Ahh sudahlah, tak
ada gunanya aku berkutat dengan permainan hati bernama cinta. Tapi jika tak
terjerumus dalam cinta, apakah akan ada jawaban dari pertanyaanku tentang
perbedaan diantara kedua insan? Apakah jawaban tersebut akan menemuiku sendiri
tanpa dicari? Tidak, sepertinya tidak.
Lalu aku harus
bagaimana? Membiarkan sebuah cinta tumbuh bersemi, dan mengabaikan perbedaan?
Tapi bukankah jika aku bersanding dengannya, perbedaan itu akan muncul dengan
jelas dan membuatku terlihat bodoh atau sangat tolol? Atau aku mundur saja dan
mengalah atau menyerah dari segala takdir berbeda yang muncul? Ahh tidak, aku
tak boleh berhenti sampai disini, aku harus memperjuangkannya, tak perduli
seburuk, dan sebodoh apapun aku terlihat. Yang pasti; aku mencintainya.
Tapi cinta bisa
apa? Apakah cinta dapat menghilangkan perbedaan diantara kita dan menyamakan
segala sisi dari kita? Aku rasa tidak. Cinta hanya bisa menyatukan kita, kita
yang terlihat sangat berbeda; yah beda (titik).
Mungkin perbedaan
harus mengakhiri segala keindahan suci diantara kita yang bernama cinta ini.
Karena bagiku, dan aku sadar; kamu yang semahal berlian itu tidak layak jika
disandingkan dengan sejumput pasir tak berguna sepertiku. Kamu lebih pantas
jika disandingkan dengan sesuatu yang senilai denganmu; dan yang pasti bukan denganku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar