Lemah
Berkali-kali mematahkan
Merusak
Dan mencabik hati
Aku bertahan
Menanti edelweis, entah sampai kapan
Hatiku kukuh
Cara kutempuh
Untuk batu hati luluh
Lelahku bersimpuh
Diantara banjiran peluh
Yang senantiasa mengeluh
Menantimu
Bertahan
Dengan balutan luka
Bertahan
Meski tak diharapkan
Itu aku
Jam
Menit
Detik
Kau disisi dalam fatamorganaku
Usahaku melenyapkannya
Oleh penyakit
Penyia-nyia
Penghancur
Namun gagal
Berulang
Tiap kali